Detail Buku
Togamas Ecommerce Semiotika

Pertunjukan teater, tari, wayang purwa, film, dalam konteks semiotika adalah hamparan tanda-tanda, sehingga teks yang hadir dalam beberapa kesenian itu merupakan sekumpulan utuh tanda-tanda. Tubuh aktor, penari, boneka wayang merupakan tempat paling sentral dalam menciptakan sistem tanda, sebab terdapat 8 sistem tanda sekaligus yang melekat pada diri aktor, yakni sistem tanda kata, mimik, gesture, make-up, tata rambut, dan kostum. Lima sistem tanda lainnya ada di luar aktor, yakni sistem tanda setting, tata cahaya, musik, bunyi, dan prop (Tadeuz Kowzan).

Buku ini sangat membantu saya saat menganalisis makna sebuah pertunjukan teater. Sebab pendekatan semiotika teater yang disajikan dalam buku ini cukup sistematis, mudah dipahami, dan mudah diterapkan dalam fenomena teater rakyat maupun teater modern. (Deden Haerudin S.Sn., M.Sn – Dosen Teater, Universitas Negeri Jakarta, Kandidat Doktor Kajian Seni Teater, ISI Yogyakarta)

Harus diakui bahwa teater berbeda dengan film dan TV play. Namun sebagai sesama genre seni naratif, sistem tanda teater banyak mirip dengan sistem tanda film. Ini tampak pada sistem tanda kata, mime, gesture, gerak, lighting, musik, sound effect, nada, kostum, prop, gaya rambut, make up, dll. Karena itu buku ini cukup relevan dalam proses penciptaan tanda maupun kajian tanda-tanda film itu sendiri. (Dr. KoesYuliadiM.Hum - Dosenkuliah "Drama Televisi” dan "PenulisanSkenario”, ISI Yogyakarta)

Semula saya ragu, tapi setelah membaca secara menyeluruh akhirnya saya mengerti arti penting buku ini untuk mengkaji makna-makna dalam pertunjukan wayang purwa. (Dr. Sugeng Nugroho M.Sn – Dosen Jurusan Seni Pedalangan ISI Surakarta)

Tanda-tanda dalam seni teater mirip dengan sistem tanda tari. Ini tampak pada sistem tanda kata, mime, gesture, gerak, lighting, musik, sound effect, nada, kostum, prop, gaya rambut, make up, dan setting yang mirip dengan tanda-tanda dalam senitari. Karena itu, saya sangat terbantu oleh buku ini saat mengkaji tanda-tanda dalam pertunjukan tari. (Dr. Agus Cahyono M.Hum – Dosen Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang)

9786021220092 61005
Semiotika
61005

Pertunjukan teater, tari, wayang purwa, film, dalam konteks semiotika adalah hamparan tanda-tanda, sehingga teks yang hadir dalam beberapa kesenian itu merupakan sekumpulan utuh tanda-tanda. Tubuh aktor, penari, boneka wayang merupakan tempat paling sentral dalam menciptakan sistem tanda, sebab terdapat 8 sistem tanda sekaligus yang melekat pada diri aktor, yakni sistem tanda kata, mimik, gesture, make-up, tata rambut, dan kostum. Lima sistem tanda lainnya ada di luar aktor, yakni sistem tanda setting, tata cahaya, musik, bunyi, dan prop (Tadeuz Kowzan).

Buku ini sangat membantu saya saat menganalisis makna sebuah pertunjukan teater. Sebab pendekatan semiotika teater yang disajikan dalam buku ini cukup sistematis, mudah dipahami, dan mudah diterapkan dalam fenomena teater rakyat maupun teater modern. (Deden Haerudin S.Sn., M.Sn – Dosen Teater, Universitas Negeri Jakarta, Kandidat Doktor Kajian Seni Teater, ISI Yogyakarta)

Harus diakui bahwa teater berbeda dengan film dan TV play. Namun sebagai sesama genre seni naratif, sistem tanda teater banyak mirip dengan sistem tanda film. Ini tampak pada sistem tanda kata, mime, gesture, gerak, lighting, musik, sound effect, nada, kostum, prop, gaya rambut, make up, dll. Karena itu buku ini cukup relevan dalam proses penciptaan tanda maupun kajian tanda-tanda film itu sendiri. (Dr. KoesYuliadiM.Hum - Dosenkuliah "Drama Televisi” dan "PenulisanSkenario”, ISI Yogyakarta)

Semula saya ragu, tapi setelah membaca secara menyeluruh akhirnya saya mengerti arti penting buku ini untuk mengkaji makna-makna dalam pertunjukan wayang purwa. (Dr. Sugeng Nugroho M.Sn – Dosen Jurusan Seni Pedalangan ISI Surakarta)

Tanda-tanda dalam seni teater mirip dengan sistem tanda tari. Ini tampak pada sistem tanda kata, mime, gesture, gerak, lighting, musik, sound effect, nada, kostum, prop, gaya rambut, make up, dan setting yang mirip dengan tanda-tanda dalam senitari. Karena itu, saya sangat terbantu oleh buku ini saat mengkaji tanda-tanda dalam pertunjukan tari. (Dr. Agus Cahyono M.Hum – Dosen Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang)

236 Gigih Pustaka Mandiri Indonesia< 9786021220092

Semiotika

Nur Sahid
Rp. 70.000
Rp. 61.005
  • QTY:

DESKRIPSI

Pertunjukan teater, tari, wayang purwa, film, dalam konteks semiotika adalah hamparan tanda-tanda, sehingga teks yang hadir dalam beberapa kesenian itu merupakan sekumpulan utuh tanda-tanda. Tubuh aktor, penari, boneka wayang merupakan tempat paling sentral dalam menciptakan sistem tanda, sebab terdapat 8 sistem tanda sekaligus yang melekat pada diri aktor, yakni sistem tanda kata, mimik, gesture, make-up, tata rambut, dan kostum. Lima sistem tanda lainnya ada di luar aktor, yakni sistem tanda setting, tata cahaya, musik, bunyi, dan prop (Tadeuz Kowzan).

Buku ini sangat membantu saya saat menganalisis makna sebuah pertunjukan teater. Sebab pendekatan semiotika teater yang disajikan dalam buku ini cukup sistematis, mudah dipahami, dan mudah diterapkan dalam fenomena teater rakyat maupun teater modern. (Deden Haerudin S.Sn., M.Sn – Dosen Teater, Universitas Negeri Jakarta, Kandidat Doktor Kajian Seni Teater, ISI Yogyakarta)

Harus diakui bahwa teater berbeda dengan film dan TV play. Namun sebagai sesama genre seni naratif, sistem tanda teater banyak mirip dengan sistem tanda film. Ini tampak pada sistem tanda kata, mime, gesture, gerak, lighting, musik, sound effect, nada, kostum, prop, gaya rambut, make up, dll. Karena itu buku ini cukup relevan dalam proses penciptaan tanda maupun kajian tanda-tanda film itu sendiri. (Dr. KoesYuliadiM.Hum - Dosenkuliah "Drama Televisi” dan "PenulisanSkenario”, ISI Yogyakarta)

Semula saya ragu, tapi setelah membaca secara menyeluruh akhirnya saya mengerti arti penting buku ini untuk mengkaji makna-makna dalam pertunjukan wayang purwa. (Dr. Sugeng Nugroho M.Sn – Dosen Jurusan Seni Pedalangan ISI Surakarta)

Tanda-tanda dalam seni teater mirip dengan sistem tanda tari. Ini tampak pada sistem tanda kata, mime, gesture, gerak, lighting, musik, sound effect, nada, kostum, prop, gaya rambut, make up, dan setting yang mirip dengan tanda-tanda dalam senitari. Karena itu, saya sangat terbantu oleh buku ini saat mengkaji tanda-tanda dalam pertunjukan tari. (Dr. Agus Cahyono M.Hum – Dosen Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang)

DETAIL BUKU

Penerbit : Gigih Pustaka Mandiri
Tahun : 2016
Halaman : 236
Berat : 400 Gram
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786021220092

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0