Detail Buku
Togamas Ecommerce Tuhan Tidak Perlu Dibela

Terlalu banyak dan kompleks pemikiran Gus Dur atau pembahasan tentangnya untuk kemudian dituang dalam tulisan pendek ini. Walaupun tidak mempunyai karya yang berjilid-jilid seperti ulama klasik, atau tidak pula seperti Karl Marx yang 4 jilid Das Kapital-nya dijadikan kitab suci para komunis dan sosialis, namun laku lampah Gus Dur-lah yang dapat dijadikan rujukan. Kalau boleh agak fanatik, Gus Dur seperti Nabi Muhammad. Keduanya memliki “sedikit” karya, namun peran dan gagasannya masih dipelajari dan diperjuangkan hingga jauh setelah keduanya wafat.

Ada banyak tema dan dimensi yang “bersemayam” dalam “tubuh” Gus Dur. Dan terkadang, tema-tema tersebut nampak paradoks, tak teratur, namun rancak dan –yang terpenting­–, menyiratkan sisi-sisi kemanusiaan yang sering dibungkam oleh rezim. Baik rezim tersebut berwujud pemerintah, ataupun oknum dan lembaga yang dominan dalam pengarusutamaan wacana, khususnya wacana diskriminasi.

Salah satu karya Gus Dur yang mengupas “wacana pinggiran” adalah Tuhan Tidak Perlu Dibela. Walaupun tajuknya condong ke arah agama, namun buku ini juga berhubungan dengan kemanusiaan. Asumsi saya, ini karena terdapat potongan kalimat yang tersimpan dari judul tersebut. Tuhan Tidak Perlu Dibela, Yang Dibela Adalah Manusia. Yang perlu digarisbawahi dari buku ini –dan setiap teks– adalah hubungannya dengan sejarah penulisannya. Dengan kata lain, teks mempunyai sisi historisitas yang tidak dapat dinafikan keberadaannya.

9786026183408 65363
Tuhan Tidak Perlu Dibela
65363

Terlalu banyak dan kompleks pemikiran Gus Dur atau pembahasan tentangnya untuk kemudian dituang dalam tulisan pendek ini. Walaupun tidak mempunyai karya yang berjilid-jilid seperti ulama klasik, atau tidak pula seperti Karl Marx yang 4 jilid Das Kapital-nya dijadikan kitab suci para komunis dan sosialis, namun laku lampah Gus Dur-lah yang dapat dijadikan rujukan. Kalau boleh agak fanatik, Gus Dur seperti Nabi Muhammad. Keduanya memliki “sedikit” karya, namun peran dan gagasannya masih dipelajari dan diperjuangkan hingga jauh setelah keduanya wafat.

Ada banyak tema dan dimensi yang “bersemayam” dalam “tubuh” Gus Dur. Dan terkadang, tema-tema tersebut nampak paradoks, tak teratur, namun rancak dan –yang terpenting­–, menyiratkan sisi-sisi kemanusiaan yang sering dibungkam oleh rezim. Baik rezim tersebut berwujud pemerintah, ataupun oknum dan lembaga yang dominan dalam pengarusutamaan wacana, khususnya wacana diskriminasi.

Salah satu karya Gus Dur yang mengupas “wacana pinggiran” adalah Tuhan Tidak Perlu Dibela. Walaupun tajuknya condong ke arah agama, namun buku ini juga berhubungan dengan kemanusiaan. Asumsi saya, ini karena terdapat potongan kalimat yang tersimpan dari judul tersebut. Tuhan Tidak Perlu Dibela, Yang Dibela Adalah Manusia. Yang perlu digarisbawahi dari buku ini –dan setiap teks– adalah hubungannya dengan sejarah penulisannya. Dengan kata lain, teks mempunyai sisi historisitas yang tidak dapat dinafikan keberadaannya.

0 Noktah Indonesia< 9786026183408

Tuhan Tidak Perlu Dibela

Abdurrahman Wahid
Rp. 75.000
Rp. 65.363
  • QTY:

DESKRIPSI

Terlalu banyak dan kompleks pemikiran Gus Dur atau pembahasan tentangnya untuk kemudian dituang dalam tulisan pendek ini. Walaupun tidak mempunyai karya yang berjilid-jilid seperti ulama klasik, atau tidak pula seperti Karl Marx yang 4 jilid Das Kapital-nya dijadikan kitab suci para komunis dan sosialis, namun laku lampah Gus Dur-lah yang dapat dijadikan rujukan. Kalau boleh agak fanatik, Gus Dur seperti Nabi Muhammad. Keduanya memliki “sedikit” karya, namun peran dan gagasannya masih dipelajari dan diperjuangkan hingga jauh setelah keduanya wafat.

Ada banyak tema dan dimensi yang “bersemayam” dalam “tubuh” Gus Dur. Dan terkadang, tema-tema tersebut nampak paradoks, tak teratur, namun rancak dan –yang terpenting­–, menyiratkan sisi-sisi kemanusiaan yang sering dibungkam oleh rezim. Baik rezim tersebut berwujud pemerintah, ataupun oknum dan lembaga yang dominan dalam pengarusutamaan wacana, khususnya wacana diskriminasi.

Salah satu karya Gus Dur yang mengupas “wacana pinggiran” adalah Tuhan Tidak Perlu Dibela. Walaupun tajuknya condong ke arah agama, namun buku ini juga berhubungan dengan kemanusiaan. Asumsi saya, ini karena terdapat potongan kalimat yang tersimpan dari judul tersebut. Tuhan Tidak Perlu Dibela, Yang Dibela Adalah Manusia. Yang perlu digarisbawahi dari buku ini –dan setiap teks– adalah hubungannya dengan sejarah penulisannya. Dengan kata lain, teks mempunyai sisi historisitas yang tidak dapat dinafikan keberadaannya.

DETAIL BUKU

Penerbit : Noktah
Tahun : 2017
Halaman : -
Berat : 400 Gram
Dimensi : 16 x 23 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786026183408

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0