Detail Buku
Togamas Ecommerce Samaran

“Salah satu wabah yang paling cepat menular adalah kecemasan dan ketakutan.”

Yati Gendut mulai mencium bau kutukan di beranda rumah. Ia menjelaskannya kepada Marjiin, suaminya. Baunya mengandung sedikit amis ikan mati yang sudah berumur tiga hari, karat besi dan aroma cacing gelang yang kepanasan. Porsi terbanyak adalah aroma kenanga dicampur mawar. Marjiin tak peduli. Ia lebih memilih tidur lagi. Yati Gendut sampai harus menyeretnya turun dari atas ranjang agar mencium sendiri bau kutukan itu. “Aku belum pakai celana!” teriak Marjiin.

Mereka tak pernah menduga kalau bau kutukan itu akan membentangkan seluruh kisah tersembunyi di Samaran. Aroma kenanga dicampur mawar itulah yang juga akan menentukan nasib seluruh penghuni Samaran.

Sebuah novel yang tenang dan sederhana, tapi mengejutkan dan mendebarkan.

9786021318607 56648
Samaran
56648

“Salah satu wabah yang paling cepat menular adalah kecemasan dan ketakutan.”

Yati Gendut mulai mencium bau kutukan di beranda rumah. Ia menjelaskannya kepada Marjiin, suaminya. Baunya mengandung sedikit amis ikan mati yang sudah berumur tiga hari, karat besi dan aroma cacing gelang yang kepanasan. Porsi terbanyak adalah aroma kenanga dicampur mawar. Marjiin tak peduli. Ia lebih memilih tidur lagi. Yati Gendut sampai harus menyeretnya turun dari atas ranjang agar mencium sendiri bau kutukan itu. “Aku belum pakai celana!” teriak Marjiin.

Mereka tak pernah menduga kalau bau kutukan itu akan membentangkan seluruh kisah tersembunyi di Samaran. Aroma kenanga dicampur mawar itulah yang juga akan menentukan nasib seluruh penghuni Samaran.

Sebuah novel yang tenang dan sederhana, tapi mengejutkan dan mendebarkan.

199 Buku Mojok Yogyakarta Indonesia< 9786021318607

Samaran

Dadang Ari Murtono
Rp. 65.000
Rp. 56.648
  • QTY:

DESKRIPSI

“Salah satu wabah yang paling cepat menular adalah kecemasan dan ketakutan.”

Yati Gendut mulai mencium bau kutukan di beranda rumah. Ia menjelaskannya kepada Marjiin, suaminya. Baunya mengandung sedikit amis ikan mati yang sudah berumur tiga hari, karat besi dan aroma cacing gelang yang kepanasan. Porsi terbanyak adalah aroma kenanga dicampur mawar. Marjiin tak peduli. Ia lebih memilih tidur lagi. Yati Gendut sampai harus menyeretnya turun dari atas ranjang agar mencium sendiri bau kutukan itu. “Aku belum pakai celana!” teriak Marjiin.

Mereka tak pernah menduga kalau bau kutukan itu akan membentangkan seluruh kisah tersembunyi di Samaran. Aroma kenanga dicampur mawar itulah yang juga akan menentukan nasib seluruh penghuni Samaran.

Sebuah novel yang tenang dan sederhana, tapi mengejutkan dan mendebarkan.

DETAIL BUKU

Penerbit : Buku Mojok Yogyakarta
Tahun : 2018
Halaman : 199
Berat : 300 Gram
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786021318607

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0