Detail Buku
Togamas Ecommerce Gajahmada & Kasultanan Majapahit

Adapun Majapahit adalah kerajaan besar sangat memperhatikan rakyatnya. Raja mengangkat siwadyaksa (dharmadyaksa kasaiwan) sebagai pejabat yang bertanggung jawab pada kemakmuran negeri. Selain itu, Raja juga mengangkat dharmadyaksa kasogatan sebagai pejabat yang bertanggung jawab pada urusan pengkajian atau pendidikan rakyat. Berbagai candi didirikan, salah satunya sebagai media kasogatan (pengajaran). Undang-undang Kutara Manawa yang digunakan pada masa Majapahit 70% mirip syariat Islam, antara lain hokum mati bagi pembunuh yang mirip qishas dan potong tangan untuk pencuri.

Sumber yang banyak digunakan untuk penulisan sejarah Majapahit selama ini adalah Kitab Nagara Krtagama. Dan dalam bukku ini penulis membuahwa manuskrip tersebut adalah manual bagi penyelenggaraan Kasultanan di Nuswantara dengan menjadikan Majapahit sebagai modelnya. Kitab Nagara Kertagama ditulis Untuk menjadi pujian di bawah naungan yang mulia Giri Natha (Pupuh 94/1). Siapakah Giri Natha yang dimaksud dalam Kitab Nagara Krtagama itu? Dalam Pupuh 37/2 kita tahu dialah yang memiliki prasada (istana/kedhaton) menjulang tinggi Iwir meru parwwata yang artinya bagaikan gunung meru (pusatnya dunia).

Kata siwa adalam bahasa sansekerta berarti kesejahteraan atau kemakmuran, maka siwapratista siwawimbha mung ri dalm berarti istana Giri Natha menjadi sumber kesejahteraan pembuka kemakmuran membangkitkan yang tinggal dalam kerajaan. sotan bhatara girinatha putra pinakesti dewa sakala(Karena itu Giri Natha dimuliakan bagaikan keturunan dewa di alam nyata); Angehniran tuhatuha narendra khinabhaktyan i sabhuwana (Adalah beliau yang dituakan para raja seluruh negeri berbakti padanya).

Dengan menitikberatkan pada kajian Manuskrip dan Prasasti, Penulis buku ini mengajak pembaca memahami kembali makna gelar raja Majapahit, simbolisasi arca di bangunan candi, kitab undang-undang kerajaan Majapahit, berbagai prasasti masa Majapahit, tentang bahasa sansekerta dan prakerta, serta manuskrip yang berhubungan dengan Majapahit, terutama kitab Nagara Krtagama versi DR TH. Pigeaud (terbit 1960), deskripsi Kutara Manawa oleh DR J. Brandes (lampiran 2), pembahasan candra sengkala dalam nagara Krtagama yang mengungkap tahun penulisan sesungguhnya (lampiran 3), dan pembahasan singkat seputar naskah-naskah Lombok.

9786029020762 79307
Gajahmada & Kasultanan Majapahit
79307

Adapun Majapahit adalah kerajaan besar sangat memperhatikan rakyatnya. Raja mengangkat siwadyaksa (dharmadyaksa kasaiwan) sebagai pejabat yang bertanggung jawab pada kemakmuran negeri. Selain itu, Raja juga mengangkat dharmadyaksa kasogatan sebagai pejabat yang bertanggung jawab pada urusan pengkajian atau pendidikan rakyat. Berbagai candi didirikan, salah satunya sebagai media kasogatan (pengajaran). Undang-undang Kutara Manawa yang digunakan pada masa Majapahit 70% mirip syariat Islam, antara lain hokum mati bagi pembunuh yang mirip qishas dan potong tangan untuk pencuri.

Sumber yang banyak digunakan untuk penulisan sejarah Majapahit selama ini adalah Kitab Nagara Krtagama. Dan dalam bukku ini penulis membuahwa manuskrip tersebut adalah manual bagi penyelenggaraan Kasultanan di Nuswantara dengan menjadikan Majapahit sebagai modelnya. Kitab Nagara Kertagama ditulis Untuk menjadi pujian di bawah naungan yang mulia Giri Natha (Pupuh 94/1). Siapakah Giri Natha yang dimaksud dalam Kitab Nagara Krtagama itu? Dalam Pupuh 37/2 kita tahu dialah yang memiliki prasada (istana/kedhaton) menjulang tinggi Iwir meru parwwata yang artinya bagaikan gunung meru (pusatnya dunia).

Kata siwa adalam bahasa sansekerta berarti kesejahteraan atau kemakmuran, maka siwapratista siwawimbha mung ri dalm berarti istana Giri Natha menjadi sumber kesejahteraan pembuka kemakmuran membangkitkan yang tinggal dalam kerajaan. sotan bhatara girinatha putra pinakesti dewa sakala(Karena itu Giri Natha dimuliakan bagaikan keturunan dewa di alam nyata); Angehniran tuhatuha narendra khinabhaktyan i sabhuwana (Adalah beliau yang dituakan para raja seluruh negeri berbakti padanya).

Dengan menitikberatkan pada kajian Manuskrip dan Prasasti, Penulis buku ini mengajak pembaca memahami kembali makna gelar raja Majapahit, simbolisasi arca di bangunan candi, kitab undang-undang kerajaan Majapahit, berbagai prasasti masa Majapahit, tentang bahasa sansekerta dan prakerta, serta manuskrip yang berhubungan dengan Majapahit, terutama kitab Nagara Krtagama versi DR TH. Pigeaud (terbit 1960), deskripsi Kutara Manawa oleh DR J. Brandes (lampiran 2), pembahasan candra sengkala dalam nagara Krtagama yang mengungkap tahun penulisan sesungguhnya (lampiran 3), dan pembahasan singkat seputar naskah-naskah Lombok.

496 Kreasi Wacana Indonesia< 9786029020762

Gajahmada & Kasultanan Majapahit

KIH. Ashad Kusuma Djaya
Rp. 91.000
Rp. 79.307
  • QTY:

DESKRIPSI

Adapun Majapahit adalah kerajaan besar sangat memperhatikan rakyatnya. Raja mengangkat siwadyaksa (dharmadyaksa kasaiwan) sebagai pejabat yang bertanggung jawab pada kemakmuran negeri. Selain itu, Raja juga mengangkat dharmadyaksa kasogatan sebagai pejabat yang bertanggung jawab pada urusan pengkajian atau pendidikan rakyat. Berbagai candi didirikan, salah satunya sebagai media kasogatan (pengajaran). Undang-undang Kutara Manawa yang digunakan pada masa Majapahit 70% mirip syariat Islam, antara lain hokum mati bagi pembunuh yang mirip qishas dan potong tangan untuk pencuri.

Sumber yang banyak digunakan untuk penulisan sejarah Majapahit selama ini adalah Kitab Nagara Krtagama. Dan dalam bukku ini penulis membuahwa manuskrip tersebut adalah manual bagi penyelenggaraan Kasultanan di Nuswantara dengan menjadikan Majapahit sebagai modelnya. Kitab Nagara Kertagama ditulis Untuk menjadi pujian di bawah naungan yang mulia Giri Natha (Pupuh 94/1). Siapakah Giri Natha yang dimaksud dalam Kitab Nagara Krtagama itu? Dalam Pupuh 37/2 kita tahu dialah yang memiliki prasada (istana/kedhaton) menjulang tinggi Iwir meru parwwata yang artinya bagaikan gunung meru (pusatnya dunia).

Kata siwa adalam bahasa sansekerta berarti kesejahteraan atau kemakmuran, maka siwapratista siwawimbha mung ri dalm berarti istana Giri Natha menjadi sumber kesejahteraan pembuka kemakmuran membangkitkan yang tinggal dalam kerajaan. sotan bhatara girinatha putra pinakesti dewa sakala(Karena itu Giri Natha dimuliakan bagaikan keturunan dewa di alam nyata); Angehniran tuhatuha narendra khinabhaktyan i sabhuwana (Adalah beliau yang dituakan para raja seluruh negeri berbakti padanya).

Dengan menitikberatkan pada kajian Manuskrip dan Prasasti, Penulis buku ini mengajak pembaca memahami kembali makna gelar raja Majapahit, simbolisasi arca di bangunan candi, kitab undang-undang kerajaan Majapahit, berbagai prasasti masa Majapahit, tentang bahasa sansekerta dan prakerta, serta manuskrip yang berhubungan dengan Majapahit, terutama kitab Nagara Krtagama versi DR TH. Pigeaud (terbit 1960), deskripsi Kutara Manawa oleh DR J. Brandes (lampiran 2), pembahasan candra sengkala dalam nagara Krtagama yang mengungkap tahun penulisan sesungguhnya (lampiran 3), dan pembahasan singkat seputar naskah-naskah Lombok.

DETAIL BUKU

Penerbit : Kreasi Wacana
Tahun : 2018
Halaman : 496
Berat : 350 Gram
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786029020762

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0