Detail Buku
Togamas Ecommerce Identitas Dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia

Indonesia selama milenium baru ini menampilkan wajah zaman yang sama sekali berbeda.  Selama lebih dari sepuluh tahun terakhir, tontonan yang bernuasa islam memenuhi layar televisi, bioskop, dan kini layar telepon pintar melalui saluran video Youtube. Seolah membawa pesan kesalehan yang bukan hanya disukai, namun menjadi kenikmatan identitas bagi para kelas menengah baru di Indonesia.

Mereka adalah para kelas menengah perkotaan yang relatif masih muda. Dengan gaya hidup yang dikelilingi praktek mengonsumsi budaya layar atau screen culture. Telepon genggam pintar dan media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya keseharian. Kemunculan tontonan bernafas islami, dibarengi dengan euforia islamisasi yang ditunjukkan dengan ramainya perempuan berjilbab dan balutan pakaian muslim-muslimah.

Fenomena demikian menjelasnya bagaimana pertautan antara politik budaya layar di Indonesia dengan tampilan budaya populer yang marak,. Hal ini kemudian yang diteliti oleh Ariel Heryanto dalam bukunya Identitas dan Kenikmatan. Melalui penuturan yang mudah dipahami dan gaya bahasa yang memikat, Ariel mencoba mengungkapkan fenomena kultural ini sebagai gejala menguatnya efek globalisasi, mediatitasi, amerikanisasi, dan asianisasi di Indonesia pasca keruntuhan rezim otoriter Orde Baru.

9786024244125 65363
Identitas Dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia
65363

Indonesia selama milenium baru ini menampilkan wajah zaman yang sama sekali berbeda.  Selama lebih dari sepuluh tahun terakhir, tontonan yang bernuasa islam memenuhi layar televisi, bioskop, dan kini layar telepon pintar melalui saluran video Youtube. Seolah membawa pesan kesalehan yang bukan hanya disukai, namun menjadi kenikmatan identitas bagi para kelas menengah baru di Indonesia.

Mereka adalah para kelas menengah perkotaan yang relatif masih muda. Dengan gaya hidup yang dikelilingi praktek mengonsumsi budaya layar atau screen culture. Telepon genggam pintar dan media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya keseharian. Kemunculan tontonan bernafas islami, dibarengi dengan euforia islamisasi yang ditunjukkan dengan ramainya perempuan berjilbab dan balutan pakaian muslim-muslimah.

Fenomena demikian menjelasnya bagaimana pertautan antara politik budaya layar di Indonesia dengan tampilan budaya populer yang marak,. Hal ini kemudian yang diteliti oleh Ariel Heryanto dalam bukunya Identitas dan Kenikmatan. Melalui penuturan yang mudah dipahami dan gaya bahasa yang memikat, Ariel mencoba mengungkapkan fenomena kultural ini sebagai gejala menguatnya efek globalisasi, mediatitasi, amerikanisasi, dan asianisasi di Indonesia pasca keruntuhan rezim otoriter Orde Baru.

0 Kepustakaan Populer Gramedia Indonesia< 9786024244125

Identitas dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia

Ariel Heryanto
Rp. 75.000
Rp. 65.363
  • QTY:

DESKRIPSI

Indonesia selama milenium baru ini menampilkan wajah zaman yang sama sekali berbeda.  Selama lebih dari sepuluh tahun terakhir, tontonan yang bernuasa islam memenuhi layar televisi, bioskop, dan kini layar telepon pintar melalui saluran video Youtube. Seolah membawa pesan kesalehan yang bukan hanya disukai, namun menjadi kenikmatan identitas bagi para kelas menengah baru di Indonesia.

Mereka adalah para kelas menengah perkotaan yang relatif masih muda. Dengan gaya hidup yang dikelilingi praktek mengonsumsi budaya layar atau screen culture. Telepon genggam pintar dan media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya keseharian. Kemunculan tontonan bernafas islami, dibarengi dengan euforia islamisasi yang ditunjukkan dengan ramainya perempuan berjilbab dan balutan pakaian muslim-muslimah.

Fenomena demikian menjelasnya bagaimana pertautan antara politik budaya layar di Indonesia dengan tampilan budaya populer yang marak,. Hal ini kemudian yang diteliti oleh Ariel Heryanto dalam bukunya Identitas dan Kenikmatan. Melalui penuturan yang mudah dipahami dan gaya bahasa yang memikat, Ariel mencoba mengungkapkan fenomena kultural ini sebagai gejala menguatnya efek globalisasi, mediatitasi, amerikanisasi, dan asianisasi di Indonesia pasca keruntuhan rezim otoriter Orde Baru.

DETAIL BUKU

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun : 2018
Halaman : -
Berat : 300 Gram
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786024244125

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0