Detail Buku
Togamas Ecommerce Setangkai Melati Di Sayap Jibril

Mari menyelami dunia sufistik dan realisme magis melalui buku ini. Cerpen-cerpen Danarto, seperti yang selama ini kita pahami, cenderung menghadirkan hal yang non-real, yang tak nyata, ke dalam bingkai kenyataan. Yang real dan non-real mewujud bukan sebagai sesuatu yang saling bersentuhan, tetapi justru sebagai yang paling bertentang, bukan "dua dunia” yang tidak saling bersentuhan, tetapi justru sebagai yang saling berkelindan, jalin-menjalin, pengaruh-mempengaruhi.

Maka tak heran, hampir semua cerita-ceritanya yang bernafaskan sufisme, dekat dengan pencarian, pertanyaan mengenai Zat Lain serta kehidupan yang lucu dan asing, pada akhirnya menggiring pembaca mengenai pemahaman betapa kecil dan naifnya manusia. Danarto bisa membuat seorang Kiyai yang disegani kalang kabut dan gopoh berlari-lari dari kota besar hingga ke desa-desa yang sangat terpencil demi setangkai melati yang, menurut keyakinannya, adalah cinderamata dari malaikat Jibril yang ditinggalkan di atas sajadahnya.

Danarto juga bisa menyulap kota Paris yang selama ini dikenal sebagai pusat kesenian dan estetika di dunia menjadi kota yang bisu dengan orang-orang mengenakan baju pelindung layaknya astronot namun tetap menjalankan kegiatan seperti tidak pernah terjadi apa-apa, hingga membuat bingung seorang wisatawan yang datang hanya dengan baju biasa, seperti yang terdapat dalam "Paris Nostradamus”. Keadaan yang ambivalen, sangat jauh sekaligus sangat dekat dengan realita, dipermainkan dengan cara yang sangat halus.

9786022792048 77280
Setangkai Melati Di Sayap Jibril
77280

Mari menyelami dunia sufistik dan realisme magis melalui buku ini. Cerpen-cerpen Danarto, seperti yang selama ini kita pahami, cenderung menghadirkan hal yang non-real, yang tak nyata, ke dalam bingkai kenyataan. Yang real dan non-real mewujud bukan sebagai sesuatu yang saling bersentuhan, tetapi justru sebagai yang paling bertentang, bukan "dua dunia” yang tidak saling bersentuhan, tetapi justru sebagai yang saling berkelindan, jalin-menjalin, pengaruh-mempengaruhi.

Maka tak heran, hampir semua cerita-ceritanya yang bernafaskan sufisme, dekat dengan pencarian, pertanyaan mengenai Zat Lain serta kehidupan yang lucu dan asing, pada akhirnya menggiring pembaca mengenai pemahaman betapa kecil dan naifnya manusia. Danarto bisa membuat seorang Kiyai yang disegani kalang kabut dan gopoh berlari-lari dari kota besar hingga ke desa-desa yang sangat terpencil demi setangkai melati yang, menurut keyakinannya, adalah cinderamata dari malaikat Jibril yang ditinggalkan di atas sajadahnya.

Danarto juga bisa menyulap kota Paris yang selama ini dikenal sebagai pusat kesenian dan estetika di dunia menjadi kota yang bisu dengan orang-orang mengenakan baju pelindung layaknya astronot namun tetap menjalankan kegiatan seperti tidak pernah terjadi apa-apa, hingga membuat bingung seorang wisatawan yang datang hanya dengan baju biasa, seperti yang terdapat dalam "Paris Nostradamus”. Keadaan yang ambivalen, sangat jauh sekaligus sangat dekat dengan realita, dipermainkan dengan cara yang sangat halus.

436 Diva Press Indonesia< 9786022792048

Setangkai Melati Di Sayap Jibril

Danarto
Rp. 92.000
Rp. 77.280

DESKRIPSI

Mari menyelami dunia sufistik dan realisme magis melalui buku ini. Cerpen-cerpen Danarto, seperti yang selama ini kita pahami, cenderung menghadirkan hal yang non-real, yang tak nyata, ke dalam bingkai kenyataan. Yang real dan non-real mewujud bukan sebagai sesuatu yang saling bersentuhan, tetapi justru sebagai yang paling bertentang, bukan "dua dunia” yang tidak saling bersentuhan, tetapi justru sebagai yang saling berkelindan, jalin-menjalin, pengaruh-mempengaruhi.

Maka tak heran, hampir semua cerita-ceritanya yang bernafaskan sufisme, dekat dengan pencarian, pertanyaan mengenai Zat Lain serta kehidupan yang lucu dan asing, pada akhirnya menggiring pembaca mengenai pemahaman betapa kecil dan naifnya manusia. Danarto bisa membuat seorang Kiyai yang disegani kalang kabut dan gopoh berlari-lari dari kota besar hingga ke desa-desa yang sangat terpencil demi setangkai melati yang, menurut keyakinannya, adalah cinderamata dari malaikat Jibril yang ditinggalkan di atas sajadahnya.

Danarto juga bisa menyulap kota Paris yang selama ini dikenal sebagai pusat kesenian dan estetika di dunia menjadi kota yang bisu dengan orang-orang mengenakan baju pelindung layaknya astronot namun tetap menjalankan kegiatan seperti tidak pernah terjadi apa-apa, hingga membuat bingung seorang wisatawan yang datang hanya dengan baju biasa, seperti yang terdapat dalam "Paris Nostradamus”. Keadaan yang ambivalen, sangat jauh sekaligus sangat dekat dengan realita, dipermainkan dengan cara yang sangat halus.

DETAIL BUKU

Penerbit : Diva Press
Tahun : 2016
Halaman : 436
Berat : 300 Gram
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786022792048
  • Begitu Ya Begitu tapi mBok Jangan Begitu
    Danarto
    Rp. 85.000
    Rp. 71.400
  • Adam Marifat
    Danarto
    Rp. 50.000
    Rp. 42.000
  • Godlob
    Danarto
    Rp. 70.000
    Rp. 58.800
  • The Belly of Paris (Pasar-Pasar Kota Paris)
    Emile Zola
    Rp. 85.000
    Rp. 71.400
  • Tempurung
    Oka Rusmini
    Rp. 95.000
    Rp. 79.800
  • Si Tukang Onar
    Maxim Gorky
    Rp. 49.000
    Rp. 41.160
  • Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur
    Muhidin M Dahlan
    Rp. 60.000
    Rp. 50.400
  • Rotasi Dan Revolusi
    Crowdstroia
    Rp. 92.800
    Rp. 77.952

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0