Detail Buku
Togamas Ecommerce Manajemen Konflik

Manusia adalah makhluk yang rasional, kooperatif, dan sempurna. Integrasi sosial terjadi karena adanya dominasi, konflik menjadi instrumen perubahan, utopia. Metodologi ilmu pengetahuan dalam paradigma ini adalah filsafat materialisme, historis, holistik, dan terapan. Paradigma ini memandang manusia sebagai makhluk objektif yang hidup dalam realitas sosial maka filsafat materialisme merupakan dasar dari ilmu pengetahuan manusia. Realitas yang kontradiksi dan fenomena fakta sosial yang sering muncul dalam sebab akibat akan direfleksikan oleh teori konflik melalui logika dialektik dan terciptanya dunia lebih baik.

Penyajian buku ini diawali dari landasan memahami konflik, mengidentifikasi tahap-tahap konflik, langkah konflik konstruktif, mengembangkan pendekatan yang dapat dipercaya untuk manajemen konflik; lima gaya manajemen konflik, aspek emosional konflik, intervensi efektif dalam manajemen konflik; konflik organisasi, performansi kerja, dan produktivitas organisasi, hakikat konflik, proses terjadinya konflik; eksistensi konflik, jenis-jenis konflik, penyebab konflik; pendekatan manajemen konflik, performansi kerja; model konseptual manajemen konflik organisasi, model integratif manajemen konflik organisasi, model stimulasi konflik organisasi, model pengurangan konflik, model manajemen konflik yang inovatif; prosedur implementasi model manajemen konflik, produktivitas organisasi; hubungan sp dan manajemen di tingkat UK: pembentukan lembaga bipartite, aturan main operasional, perselisihan perburuhan; kesepakatan kerja bersama: perjanjian perburuhan, KKB dan perusahaan di Indonesia; perundingan KKB: persiapan perundingan, wakil SP dan manajemen, praperundingan, waktu perundingan, teknik perundingan, tempat perundingan, sikap SP dan manajemen; bagian akhir pelaksanaan dan hambatan dalam menerapkan HIP.

9789790765191 43575
Manajemen Konflik
43575

Manusia adalah makhluk yang rasional, kooperatif, dan sempurna. Integrasi sosial terjadi karena adanya dominasi, konflik menjadi instrumen perubahan, utopia. Metodologi ilmu pengetahuan dalam paradigma ini adalah filsafat materialisme, historis, holistik, dan terapan. Paradigma ini memandang manusia sebagai makhluk objektif yang hidup dalam realitas sosial maka filsafat materialisme merupakan dasar dari ilmu pengetahuan manusia. Realitas yang kontradiksi dan fenomena fakta sosial yang sering muncul dalam sebab akibat akan direfleksikan oleh teori konflik melalui logika dialektik dan terciptanya dunia lebih baik.

Penyajian buku ini diawali dari landasan memahami konflik, mengidentifikasi tahap-tahap konflik, langkah konflik konstruktif, mengembangkan pendekatan yang dapat dipercaya untuk manajemen konflik; lima gaya manajemen konflik, aspek emosional konflik, intervensi efektif dalam manajemen konflik; konflik organisasi, performansi kerja, dan produktivitas organisasi, hakikat konflik, proses terjadinya konflik; eksistensi konflik, jenis-jenis konflik, penyebab konflik; pendekatan manajemen konflik, performansi kerja; model konseptual manajemen konflik organisasi, model integratif manajemen konflik organisasi, model stimulasi konflik organisasi, model pengurangan konflik, model manajemen konflik yang inovatif; prosedur implementasi model manajemen konflik, produktivitas organisasi; hubungan sp dan manajemen di tingkat UK: pembentukan lembaga bipartite, aturan main operasional, perselisihan perburuhan; kesepakatan kerja bersama: perjanjian perburuhan, KKB dan perusahaan di Indonesia; perundingan KKB: persiapan perundingan, wakil SP dan manajemen, praperundingan, waktu perundingan, teknik perundingan, tempat perundingan, sikap SP dan manajemen; bagian akhir pelaksanaan dan hambatan dalam menerapkan HIP.

344 Pustaka Setia Indonesia< 9789790765191

Manajemen Konflik

Rusdiana
Rp. 50.000
Rp. 43.575
  • QTY:

DESKRIPSI

Manusia adalah makhluk yang rasional, kooperatif, dan sempurna. Integrasi sosial terjadi karena adanya dominasi, konflik menjadi instrumen perubahan, utopia. Metodologi ilmu pengetahuan dalam paradigma ini adalah filsafat materialisme, historis, holistik, dan terapan. Paradigma ini memandang manusia sebagai makhluk objektif yang hidup dalam realitas sosial maka filsafat materialisme merupakan dasar dari ilmu pengetahuan manusia. Realitas yang kontradiksi dan fenomena fakta sosial yang sering muncul dalam sebab akibat akan direfleksikan oleh teori konflik melalui logika dialektik dan terciptanya dunia lebih baik.

Penyajian buku ini diawali dari landasan memahami konflik, mengidentifikasi tahap-tahap konflik, langkah konflik konstruktif, mengembangkan pendekatan yang dapat dipercaya untuk manajemen konflik; lima gaya manajemen konflik, aspek emosional konflik, intervensi efektif dalam manajemen konflik; konflik organisasi, performansi kerja, dan produktivitas organisasi, hakikat konflik, proses terjadinya konflik; eksistensi konflik, jenis-jenis konflik, penyebab konflik; pendekatan manajemen konflik, performansi kerja; model konseptual manajemen konflik organisasi, model integratif manajemen konflik organisasi, model stimulasi konflik organisasi, model pengurangan konflik, model manajemen konflik yang inovatif; prosedur implementasi model manajemen konflik, produktivitas organisasi; hubungan sp dan manajemen di tingkat UK: pembentukan lembaga bipartite, aturan main operasional, perselisihan perburuhan; kesepakatan kerja bersama: perjanjian perburuhan, KKB dan perusahaan di Indonesia; perundingan KKB: persiapan perundingan, wakil SP dan manajemen, praperundingan, waktu perundingan, teknik perundingan, tempat perundingan, sikap SP dan manajemen; bagian akhir pelaksanaan dan hambatan dalam menerapkan HIP.

DETAIL BUKU

Penerbit : Pustaka Setia
Tahun : 2015
Halaman : 344
Berat : 300 Gram
Dimensi : 16 x 24 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9789790765191