Detail Buku
Togamas Ecommerce The Selected Short Stories Of Rabindranath Tagore

Dalam perjalanan kariernya yang panjang dan sangat luas di bidang sastra, Rabindranath Tagore menulis lebih dari sembilan puluh cerita pendek Pada kurun 1890-an, secara khusus, Tagore mengabdikan hidupnya pada penulisan cerpen, dan akhirnya terciptalah 56 cerita dari tangannya. Sejak 1891 hingga 1895 Tagore berhasil menulis 44 buah cerita—hampir setiap bulan ia menulis sebuah cerita. Pada 1896 hingga 1897, dan pada tahun 1900 dia berhenti menulis ceritas cerita semacam itu, karena perhatiannya tertambat pada dongeng yang ditopang dengan bentuk naratif dan puisi dramatis yang kemudian melahirkan sebuah buku berjudul Kathô (Dongeng) dan Kôhini (Kisah), yang diterbitkan pada 1901.

Bila kita menggabungkan karya-karya tersebut dengan berbagai prosa yang telah ditulisnya, kita akan mendapatkan lebih dari delapan puluh narasi berbentuk prosa atau sejenisnya, sebuah arus yang mengejutkan, yang menyusut hanya ketika perhatian Tagore berpindah pada novel-novel psikologi. Cokeh Bâli (Speck in the Eyer) dan Nastanir (The Broken Nesi) terbit secara berurutan dalam bentuk serial pada 1901.

Lewat kisah yang lebih panjang, jangka waktu yang lebih singkat, dan dengan penekanan pada analisis emosi yang lebih kompleks dibandingkan penekanan terhadap kehidupan nyata,
 
cerita-cerita ini menandai sebuah terobosan cerpen-cerpen yang ditulis sebelumnya. Cerita-cerita yang dihasilkan Tagore menjelang akhir kariernya lebih berkaitan dengan bentuk novela dan novel daripada cerita-cerita terdahulu. Karena alasan inilah dan didukung beberapa alasan lainnya, buku terpilih ini disusun sebagai sebuah kumpulan.

9786026124678 104580
The Selected Short Stories Of Rabindranath Tagore
104580

Dalam perjalanan kariernya yang panjang dan sangat luas di bidang sastra, Rabindranath Tagore menulis lebih dari sembilan puluh cerita pendek Pada kurun 1890-an, secara khusus, Tagore mengabdikan hidupnya pada penulisan cerpen, dan akhirnya terciptalah 56 cerita dari tangannya. Sejak 1891 hingga 1895 Tagore berhasil menulis 44 buah cerita—hampir setiap bulan ia menulis sebuah cerita. Pada 1896 hingga 1897, dan pada tahun 1900 dia berhenti menulis ceritas cerita semacam itu, karena perhatiannya tertambat pada dongeng yang ditopang dengan bentuk naratif dan puisi dramatis yang kemudian melahirkan sebuah buku berjudul Kathô (Dongeng) dan Kôhini (Kisah), yang diterbitkan pada 1901.

Bila kita menggabungkan karya-karya tersebut dengan berbagai prosa yang telah ditulisnya, kita akan mendapatkan lebih dari delapan puluh narasi berbentuk prosa atau sejenisnya, sebuah arus yang mengejutkan, yang menyusut hanya ketika perhatian Tagore berpindah pada novel-novel psikologi. Cokeh Bâli (Speck in the Eyer) dan Nastanir (The Broken Nesi) terbit secara berurutan dalam bentuk serial pada 1901.

Lewat kisah yang lebih panjang, jangka waktu yang lebih singkat, dan dengan penekanan pada analisis emosi yang lebih kompleks dibandingkan penekanan terhadap kehidupan nyata,
 
cerita-cerita ini menandai sebuah terobosan cerpen-cerpen yang ditulis sebelumnya. Cerita-cerita yang dihasilkan Tagore menjelang akhir kariernya lebih berkaitan dengan bentuk novela dan novel daripada cerita-cerita terdahulu. Karena alasan inilah dan didukung beberapa alasan lainnya, buku terpilih ini disusun sebagai sebuah kumpulan.

463 Basabasi Indonesia< 9786026124678

The Selected Short Stories Of Rabindranath Tagore

Rabindranath Tagore
Rp. 120.000
Rp. 104.580
  • QTY:

DESKRIPSI

Dalam perjalanan kariernya yang panjang dan sangat luas di bidang sastra, Rabindranath Tagore menulis lebih dari sembilan puluh cerita pendek Pada kurun 1890-an, secara khusus, Tagore mengabdikan hidupnya pada penulisan cerpen, dan akhirnya terciptalah 56 cerita dari tangannya. Sejak 1891 hingga 1895 Tagore berhasil menulis 44 buah cerita—hampir setiap bulan ia menulis sebuah cerita. Pada 1896 hingga 1897, dan pada tahun 1900 dia berhenti menulis ceritas cerita semacam itu, karena perhatiannya tertambat pada dongeng yang ditopang dengan bentuk naratif dan puisi dramatis yang kemudian melahirkan sebuah buku berjudul Kathô (Dongeng) dan Kôhini (Kisah), yang diterbitkan pada 1901.

Bila kita menggabungkan karya-karya tersebut dengan berbagai prosa yang telah ditulisnya, kita akan mendapatkan lebih dari delapan puluh narasi berbentuk prosa atau sejenisnya, sebuah arus yang mengejutkan, yang menyusut hanya ketika perhatian Tagore berpindah pada novel-novel psikologi. Cokeh Bâli (Speck in the Eyer) dan Nastanir (The Broken Nesi) terbit secara berurutan dalam bentuk serial pada 1901.

Lewat kisah yang lebih panjang, jangka waktu yang lebih singkat, dan dengan penekanan pada analisis emosi yang lebih kompleks dibandingkan penekanan terhadap kehidupan nyata,
 
cerita-cerita ini menandai sebuah terobosan cerpen-cerpen yang ditulis sebelumnya. Cerita-cerita yang dihasilkan Tagore menjelang akhir kariernya lebih berkaitan dengan bentuk novela dan novel daripada cerita-cerita terdahulu. Karena alasan inilah dan didukung beberapa alasan lainnya, buku terpilih ini disusun sebagai sebuah kumpulan.

DETAIL BUKU

Penerbit : Basabasi
Tahun : 2018
Halaman : 463
Berat : 600 Gram
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786026124678