Detail Buku
Togamas Ecommerce Seribuku Saku Tempo: Muhammad Yamin

Suatu kali, bersama Jusupadi Danuhadiningrat, pemuda asal Yogyakarta, dan Adnan Kapau Gani, pemuda Minangkabau penyuka makanan Palembang, Muhammad Yamin berkelakar tentang persatuan “menu” Nusantara. “Kalau situ dahar gudeg ame nasi, jangan lupa plus ama pempek¬nya,” ucap Adnan. Yamin lalu nyeletuk, “Dan bagus¬an lagi, tambah rendang.” Sebagai penggerak Kongres Pemuda I, 2 Mei 1926, Muhammad Yamin menyadari bahasa Indonesia sebagai salah satu wujud persatuan. Sementara dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia 11 Juli 1945, dia pun mengusulkan agar ran-cang¬an konstitusi perlu memasukkan declaration of human rights and independence.

Namun, sederet kontroversi menyelimuti Muhammad Yamin: menyembunyikan naskah otentik perumusan dasar negara, mengaku berpidato dan menyerahkan rancangan hukum dasar mirip UUD 1945, juga menciptakan figur Gajah Mada yang mengabaikan verifikasi arkeologis. Kisah Muhammad Yamin adalah satu dari sembilan cerita tentang para bapak bangsa: Sukarno, Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Muhammad Yamin, Hamengku Buwono IX, Tjokroaminoto, dan Douwes Dekker. Diangkat dari edisi khusus Majalah Berita Mingguan Tempo, serial buku ini mereportase ulang kehidupan para pendiri republik. Mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan, ketakutan, hingga kisah cinta dan cerita kamar tidur mereka.

9786024244033 39218
Seribuku Saku Tempo: Muhammad Yamin
39218

Suatu kali, bersama Jusupadi Danuhadiningrat, pemuda asal Yogyakarta, dan Adnan Kapau Gani, pemuda Minangkabau penyuka makanan Palembang, Muhammad Yamin berkelakar tentang persatuan “menu” Nusantara. “Kalau situ dahar gudeg ame nasi, jangan lupa plus ama pempek¬nya,” ucap Adnan. Yamin lalu nyeletuk, “Dan bagus¬an lagi, tambah rendang.” Sebagai penggerak Kongres Pemuda I, 2 Mei 1926, Muhammad Yamin menyadari bahasa Indonesia sebagai salah satu wujud persatuan. Sementara dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia 11 Juli 1945, dia pun mengusulkan agar ran-cang¬an konstitusi perlu memasukkan declaration of human rights and independence.

Namun, sederet kontroversi menyelimuti Muhammad Yamin: menyembunyikan naskah otentik perumusan dasar negara, mengaku berpidato dan menyerahkan rancangan hukum dasar mirip UUD 1945, juga menciptakan figur Gajah Mada yang mengabaikan verifikasi arkeologis. Kisah Muhammad Yamin adalah satu dari sembilan cerita tentang para bapak bangsa: Sukarno, Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Muhammad Yamin, Hamengku Buwono IX, Tjokroaminoto, dan Douwes Dekker. Diangkat dari edisi khusus Majalah Berita Mingguan Tempo, serial buku ini mereportase ulang kehidupan para pendiri republik. Mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan, ketakutan, hingga kisah cinta dan cerita kamar tidur mereka.

188 Kepustakaan Populer Gramedia Indonesia< 9786024244033

SeriBuku Saku Tempo: Muhammad Yamin

Tempo
Rp. 45.000
Rp. 39.218
  • QTY:

DESKRIPSI

Suatu kali, bersama Jusupadi Danuhadiningrat, pemuda asal Yogyakarta, dan Adnan Kapau Gani, pemuda Minangkabau penyuka makanan Palembang, Muhammad Yamin berkelakar tentang persatuan “menu” Nusantara. “Kalau situ dahar gudeg ame nasi, jangan lupa plus ama pempek¬nya,” ucap Adnan. Yamin lalu nyeletuk, “Dan bagus¬an lagi, tambah rendang.” Sebagai penggerak Kongres Pemuda I, 2 Mei 1926, Muhammad Yamin menyadari bahasa Indonesia sebagai salah satu wujud persatuan. Sementara dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia 11 Juli 1945, dia pun mengusulkan agar ran-cang¬an konstitusi perlu memasukkan declaration of human rights and independence.

Namun, sederet kontroversi menyelimuti Muhammad Yamin: menyembunyikan naskah otentik perumusan dasar negara, mengaku berpidato dan menyerahkan rancangan hukum dasar mirip UUD 1945, juga menciptakan figur Gajah Mada yang mengabaikan verifikasi arkeologis. Kisah Muhammad Yamin adalah satu dari sembilan cerita tentang para bapak bangsa: Sukarno, Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Muhammad Yamin, Hamengku Buwono IX, Tjokroaminoto, dan Douwes Dekker. Diangkat dari edisi khusus Majalah Berita Mingguan Tempo, serial buku ini mereportase ulang kehidupan para pendiri republik. Mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan, ketakutan, hingga kisah cinta dan cerita kamar tidur mereka.

DETAIL BUKU

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun : 2018
Halaman : 188
Berat : 200 Gram
Dimensi : 16 x 18 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786024244033