Detail Buku
Togamas Ecommerce Kenapa Kita Rela Tertinggal?!

Potret suram kondisi umat muslim saat ini membuat hati kita teriris-iris. Bukannya berkontribusi positif terhadap peradaban, kebanyakan kita justru memubazirkan energi, pikiran dan waktu untuk memperuncing masalah-masalah khilafiah. Umat Islam terpecah belah yang akhirnya menjadikan mereka semakin lemah. Kemiskinan, pengangguran, pendidikan, masalah kesehatan, dan hal-hal sejenis lainnya minim mendapatkan perhatian. Hal-hal penting dalam tubuh umat yang seharusnya diprioritaskan, terabaikan. Kenapa kita rela menjadi umat yang tertinggal seperti ini?

Tidak ada solusi konkret, kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri. Beriman saja tidak cukup. Sekadar mengakui identitas Islam secara teoritis pun tak ada gunanya. Harus ada implementasi ajaran agama di segala bidang, baik yang bersifat ilmiah maupun amaliah. Menjadi muslim produktif dalam hal-hal positif adalah keniscayaan. Berpikiran kreatif dan inovatif haruslah diusahakan. Buku ini akan membimbing kita untuk merealisasikan hal tersebut.

Dengan bahasa sederhana dan mudah dicerna, buku ini layak dibaca lintas usia. Dilengkapi dengan kutipan-kutipan menarik dan kata-kata hikmah, jiwa kita akan semakin tergugah. Buku ini bukan hanya menjadi media perenungan, tetapi juga mencerdaskan serta memperbaiki cara pandang kita terhadap kehidupan. Ketika keimanan butuh pembuktian dan usaha kebangkitan menjadi kewajiban, apa yang seharusnya dilakukan?

9786020462431 47759
Kenapa Kita Rela Tertinggal?!
47759

Potret suram kondisi umat muslim saat ini membuat hati kita teriris-iris. Bukannya berkontribusi positif terhadap peradaban, kebanyakan kita justru memubazirkan energi, pikiran dan waktu untuk memperuncing masalah-masalah khilafiah. Umat Islam terpecah belah yang akhirnya menjadikan mereka semakin lemah. Kemiskinan, pengangguran, pendidikan, masalah kesehatan, dan hal-hal sejenis lainnya minim mendapatkan perhatian. Hal-hal penting dalam tubuh umat yang seharusnya diprioritaskan, terabaikan. Kenapa kita rela menjadi umat yang tertinggal seperti ini?

Tidak ada solusi konkret, kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri. Beriman saja tidak cukup. Sekadar mengakui identitas Islam secara teoritis pun tak ada gunanya. Harus ada implementasi ajaran agama di segala bidang, baik yang bersifat ilmiah maupun amaliah. Menjadi muslim produktif dalam hal-hal positif adalah keniscayaan. Berpikiran kreatif dan inovatif haruslah diusahakan. Buku ini akan membimbing kita untuk merealisasikan hal tersebut.

Dengan bahasa sederhana dan mudah dicerna, buku ini layak dibaca lintas usia. Dilengkapi dengan kutipan-kutipan menarik dan kata-kata hikmah, jiwa kita akan semakin tergugah. Buku ini bukan hanya menjadi media perenungan, tetapi juga mencerdaskan serta memperbaiki cara pandang kita terhadap kehidupan. Ketika keimanan butuh pembuktian dan usaha kebangkitan menjadi kewajiban, apa yang seharusnya dilakukan?

168 Quanta Indonesia< 9786020462431

Kenapa Kita Rela Tertinggal?!

Irja Nasrullah
Rp. 54.800
Rp. 47.759
  • QTY:

DESKRIPSI

Potret suram kondisi umat muslim saat ini membuat hati kita teriris-iris. Bukannya berkontribusi positif terhadap peradaban, kebanyakan kita justru memubazirkan energi, pikiran dan waktu untuk memperuncing masalah-masalah khilafiah. Umat Islam terpecah belah yang akhirnya menjadikan mereka semakin lemah. Kemiskinan, pengangguran, pendidikan, masalah kesehatan, dan hal-hal sejenis lainnya minim mendapatkan perhatian. Hal-hal penting dalam tubuh umat yang seharusnya diprioritaskan, terabaikan. Kenapa kita rela menjadi umat yang tertinggal seperti ini?

Tidak ada solusi konkret, kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri. Beriman saja tidak cukup. Sekadar mengakui identitas Islam secara teoritis pun tak ada gunanya. Harus ada implementasi ajaran agama di segala bidang, baik yang bersifat ilmiah maupun amaliah. Menjadi muslim produktif dalam hal-hal positif adalah keniscayaan. Berpikiran kreatif dan inovatif haruslah diusahakan. Buku ini akan membimbing kita untuk merealisasikan hal tersebut.

Dengan bahasa sederhana dan mudah dicerna, buku ini layak dibaca lintas usia. Dilengkapi dengan kutipan-kutipan menarik dan kata-kata hikmah, jiwa kita akan semakin tergugah. Buku ini bukan hanya menjadi media perenungan, tetapi juga mencerdaskan serta memperbaiki cara pandang kita terhadap kehidupan. Ketika keimanan butuh pembuktian dan usaha kebangkitan menjadi kewajiban, apa yang seharusnya dilakukan?

DETAIL BUKU

Penerbit : Quanta
Tahun : 2018
Halaman : 168
Berat : 300 Gram
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786020462431