Detail Buku
Togamas Ecommerce Konstelasi Paska-bangsa

Untuk bisa mengikuti argumen-argumen yang disajikan di buku Konstelasi Paska-Bangsa ini tidak mensyaratkan kita punya keahlian khusus di dalam teori-teori Habermas. Fakta dalam buku ini tentunya dapat menjelaskan fokus utama Habermas selama ini terhadap 'basis-basis legitimasi' proses-proses demokrasi. Ini juga melandasi perhatiannya yang tak tergoyahkan terhadap hubungan yang tidak stabil antara proses demokrasi dan 'bangsa', yang dipahaminya sebagai bentuk pra-politik kerja sama kolektif didasarkan pada kategori-kategori organik bahasa, sejarah bersama, dan budaya masyarakat.

Esai pertama di buku ini menganalisa aspek-aspek intelektual dari Vormärz (yaitu periode di sejarah bangsa Jerman dari tahun 1815 hingga gagalnya revolusi kaum republik di bulan Maret 1848). Esai kedua, 'Tentang Penggunaan Sejarah oleh Publik' berisi pembelaan kontroversial Habermas terhadap karya Daniel Goldagen, Hitler's Willing Executioners. Tiga esai berikutnya mengaplikasikan pemikiran Habermas tentang Konstelasi Paska-Bangsa bagi situasi dunia konteporer. Esai ketiga, 'Belajar dari Bencana?'. Esai keempat, 'Konstelasi Paska-Bangsa dan Masa Depan Demokrasi ', yang merupakan esai inti dari buku ini, Esai kelima, 'Catatan-catatan tentang Legitimasi melalui HAM', menyediakan penyuaraan terbaik tentang argumen-argumen dasar di buku ini. Esai keenam, 'Konsep-konsep tentang Modernitas', menyediakan kajian ringkas dan menyeluruh Habermas tentang konsep rasionalitas dan rasio di dalam filsafat dan sosiologi modern. Esai ketujuh tentang Marcuse menegaskan posisi Habermas bahwa proyek rasionalitas yang melahirkan modernitas masih belum berakhir. Di esai terakhir Habermas mengangkat salah satu isu besar di masa depan yang akan menerpa kosmopolitanisme universal ini, yaitu etika dari pengkloningan manusia, memperlihatkan pandangan Habermas bahwa pada akhirnya, intuisi-intuisi moral kita tetap harus bisa terus bekerja sama dengan perubahan-perubahan teknologi.

9786029020779 52290
Konstelasi Paska-bangsa
52290

Untuk bisa mengikuti argumen-argumen yang disajikan di buku Konstelasi Paska-Bangsa ini tidak mensyaratkan kita punya keahlian khusus di dalam teori-teori Habermas. Fakta dalam buku ini tentunya dapat menjelaskan fokus utama Habermas selama ini terhadap 'basis-basis legitimasi' proses-proses demokrasi. Ini juga melandasi perhatiannya yang tak tergoyahkan terhadap hubungan yang tidak stabil antara proses demokrasi dan 'bangsa', yang dipahaminya sebagai bentuk pra-politik kerja sama kolektif didasarkan pada kategori-kategori organik bahasa, sejarah bersama, dan budaya masyarakat.

Esai pertama di buku ini menganalisa aspek-aspek intelektual dari Vormärz (yaitu periode di sejarah bangsa Jerman dari tahun 1815 hingga gagalnya revolusi kaum republik di bulan Maret 1848). Esai kedua, 'Tentang Penggunaan Sejarah oleh Publik' berisi pembelaan kontroversial Habermas terhadap karya Daniel Goldagen, Hitler's Willing Executioners. Tiga esai berikutnya mengaplikasikan pemikiran Habermas tentang Konstelasi Paska-Bangsa bagi situasi dunia konteporer. Esai ketiga, 'Belajar dari Bencana?'. Esai keempat, 'Konstelasi Paska-Bangsa dan Masa Depan Demokrasi ', yang merupakan esai inti dari buku ini, Esai kelima, 'Catatan-catatan tentang Legitimasi melalui HAM', menyediakan penyuaraan terbaik tentang argumen-argumen dasar di buku ini. Esai keenam, 'Konsep-konsep tentang Modernitas', menyediakan kajian ringkas dan menyeluruh Habermas tentang konsep rasionalitas dan rasio di dalam filsafat dan sosiologi modern. Esai ketujuh tentang Marcuse menegaskan posisi Habermas bahwa proyek rasionalitas yang melahirkan modernitas masih belum berakhir. Di esai terakhir Habermas mengangkat salah satu isu besar di masa depan yang akan menerpa kosmopolitanisme universal ini, yaitu etika dari pengkloningan manusia, memperlihatkan pandangan Habermas bahwa pada akhirnya, intuisi-intuisi moral kita tetap harus bisa terus bekerja sama dengan perubahan-perubahan teknologi.

290 Kreasi Wacana Indonesia< 9786029020779

Konstelasi Paska-Bangsa

Jurgen Habermas
Rp. 60.000
Rp. 52.290

DESKRIPSI

Untuk bisa mengikuti argumen-argumen yang disajikan di buku Konstelasi Paska-Bangsa ini tidak mensyaratkan kita punya keahlian khusus di dalam teori-teori Habermas. Fakta dalam buku ini tentunya dapat menjelaskan fokus utama Habermas selama ini terhadap 'basis-basis legitimasi' proses-proses demokrasi. Ini juga melandasi perhatiannya yang tak tergoyahkan terhadap hubungan yang tidak stabil antara proses demokrasi dan 'bangsa', yang dipahaminya sebagai bentuk pra-politik kerja sama kolektif didasarkan pada kategori-kategori organik bahasa, sejarah bersama, dan budaya masyarakat.

Esai pertama di buku ini menganalisa aspek-aspek intelektual dari Vormärz (yaitu periode di sejarah bangsa Jerman dari tahun 1815 hingga gagalnya revolusi kaum republik di bulan Maret 1848). Esai kedua, 'Tentang Penggunaan Sejarah oleh Publik' berisi pembelaan kontroversial Habermas terhadap karya Daniel Goldagen, Hitler's Willing Executioners. Tiga esai berikutnya mengaplikasikan pemikiran Habermas tentang Konstelasi Paska-Bangsa bagi situasi dunia konteporer. Esai ketiga, 'Belajar dari Bencana?'. Esai keempat, 'Konstelasi Paska-Bangsa dan Masa Depan Demokrasi ', yang merupakan esai inti dari buku ini, Esai kelima, 'Catatan-catatan tentang Legitimasi melalui HAM', menyediakan penyuaraan terbaik tentang argumen-argumen dasar di buku ini. Esai keenam, 'Konsep-konsep tentang Modernitas', menyediakan kajian ringkas dan menyeluruh Habermas tentang konsep rasionalitas dan rasio di dalam filsafat dan sosiologi modern. Esai ketujuh tentang Marcuse menegaskan posisi Habermas bahwa proyek rasionalitas yang melahirkan modernitas masih belum berakhir. Di esai terakhir Habermas mengangkat salah satu isu besar di masa depan yang akan menerpa kosmopolitanisme universal ini, yaitu etika dari pengkloningan manusia, memperlihatkan pandangan Habermas bahwa pada akhirnya, intuisi-intuisi moral kita tetap harus bisa terus bekerja sama dengan perubahan-perubahan teknologi.

DETAIL BUKU

Penerbit : Kreasi Wacana
Tahun : 2018
Halaman : 290
Berat : 300 Gram
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786029020779
  • The Power of Ideas
    BJ Habibie
    Rp. 73.000
    Rp. 63.620
  • Sejarah Umat Islam
    Hamka
    Rp. 253.000
    Rp. 220.490
  • Walisongo the Wisdom: Syiar 9 Wali Selama 1 Abad
    Dian Noviyanti
    Rp. 88.000
    Rp. 76.692
  • Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika
    Tan Malaka
    Rp. 110.000
    Rp. 95.865
  • Habis Gelap Terbitlah Terang
    R. A. Kartini
    Rp. 120.000
    Rp. 104.580
  • Pierre A. Tandean
    Wahyu Mardhatillah
    Rp. 35.000
    Rp. 30.503
  • Kuasa Media di Indonesia
    Ross Tapsell
    Rp. 82.000
    Rp. 71.463
  • Api Sejarah 1 Edisi Revisi
    Ahmad Mansur Suryanegara
    Rp. 185.000
    Rp. 161.228

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0